Penerimaan hasil Penilaian Tengah Semester (PTS) II kali ini terlihat berbeda. Jika biasanya orangtua langsung menuju ruang kelas putra/i nya masing-masing, kemudian diterimakan raport dan konsultasi personal terkait perkembangan belajar siswa. Kali ini untuk kelas 4 dan 5 didesain dengan adanya kajian parenting diawal. “Tujuannya adalah untuk mengupgrade keilmuan parenting orangtua/walimurid dan ke depan akan menjadi agenda rutin sekolah” jelas Ustadzah Safira selaku penanggungjawab kegiatan.

Kegiatan parenting kali ini diisi oleh Ustadz Anang Prasetyo pimpinan LPMI Kayyisa Dinamika dengan fokus materi “Teknik Membuang Energi Negatif Orangtua dalam Pendidikan Anak”. Alhamdulillah, antusias orangtua sangat luar biasa sehingga meskipun ditengah kesibukan, merekapun menyempatkan hadir dan memenuhi Masjid Rahmat.

Acara yang digelar selama 2 jam pun terasa cepat berlalu. Materi yang disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al Waarits ini mampu membius perhatian orangtua, karena disajikan dengan menarik, interaktif dan penjelasan menggunakan media yang sehingga mampu membuka gerbang logika orangtua dan mengkaitan dengan keseharian nyata.

Bapak/Ibu, dijawab jujur ya? siapa disini yang pernah marah, membentak anaknya, atau menabok anaknya atau berkata tidak baik kepada anaknya, misalnya bod*h, g*blok, gitu aja ndak bisa, dan lainnya?” begitu pertanyaan dilontarkan oleh Pengisi Griya Sakinah di Radio Samara FM ini, langsung hening seisi masjid, semua diam seribu bahasa. Tapi yakin, pasti semua menjawab dalam hati, “PERNAH”. Nah, itu adalah beberapa contoh energi negatif yang jika tidak segera dibuang, maka akan terus berkembang dan sangat membahayakan bahkan bisa merusak ahlaq sang anak.

Lalu, bagaimana cara efektif membuang energi negatif tersebut?

Ustadz yang juga Pembina Komunitas Bermain Cerita, Menyanyi dan Berkreasi untuk Anak “Padhang Njingglang” ini pun membeberkan beberapa trik yang sudah diterapkannya puluhan tahun. Caranya yaitu: perbanyaklah membaca istighfar, lakukan sebanyak mungkin kebaikan, dan selalulah mensyukuri apa yang Allah berikan, mengucap “Alhamdulillah” dengan hati penuh kesyukuran yang sebenar-benarnya. Lalu, terapkan jurus TPI (Terima – Pasrah – Ikhlas).

Beliaupun kemudian mengajak semua audiens untuk mempraktikkan. “Bapak/Ibu, coba cari bagian tubuh Anda yang sakit, temukan 1 titik di sekitaran area dada dan tekan. Lalu pilih 1 orang yang paling membuat Anda marah, nanti sebut namanya dan bayangkan kejadian yang membuat marah. Sambil melisankan Ya Allah jika orang ini (sebut namanya) telah membuat saya marah (bayangkan kejadiannya) saya terima saya pasrah saya ikhlas ya Allah, ulangi sebanyak 5 kali lalu tarik nafas dari hidung dan buang lewat mulut”. Alhamdulillah, setelahnya banyak orangtua yang merasa plong, seperti tak ada lagi beban. 

“Setelah semua energi negatif tadi sudah dibuang habis, agar yang kita miliki yang kita pancarkan hanya energi positif, maka istiqomahlah membaca istighfar, hanya berkata-kata yang baik dan selalu berbuat kebaikan” pungkas Ustadz kelahiran Trenggalek ini.

Perlu diingat, bahwa apa yang dilihat yang dilihat anak-anak kita, itu lebih dominan berpengaruh terhadap pembentukan ahlaqnya dari pada apa yang mereka dengar. Untuk itu, sebagai orangtua marilah kita berikan keteladanan sikap terbaik untuk anak-anak kita, sehingga mereka akan mencontoh amal kebaikan yang kita lakukan. (BJ)

Tinggalkan Balasan

five + three =