Pengetahuan tentang tata cara ibadah yang berkaitan dengan wanita (Fiqh Nisa) dan yang berkaitan dengan laki-laki (Fiqh Rijal) sangat penting. Hal ini menjadi urgent ketika para siswa mulai memasuki masa baliqh (dewasa). Di SD Plus Rahmat, siswa mulai dikenalkan dengan Fiqh Nisa dan Fiqh Rijal ketika berada di kelas 4. Pembelajaran ini berkelanjutan dan meningkat ketika mereka di jenjang kelas 5 dan kelas 6.

Pagi ini Sabtu (18/8/18) anak-anak jenjang kelas 4 SD Plus Rahmat, mengikuti kegiatan Fiqh Nisa dan Fiqh Rijal yang pertama kali. Kegiatan ini yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu  putra dan putri.  Siswa-siswi  yang berjumlah sekitar 160 siswa ini sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka juga mempersiapkan buku tulis dan bolpen untuk mencatat. Kelompok putra berada di kelas 4B dipandu Ustadz Qomarudin. Kelompok putri di kelas 4A dipandu oleh Ustadzah Rahajeng Nika. Sedangkan  ustadz dan ustadzah jenjang kelas 4 yang lain membantu menertibkan demi kelancaran acara tersebut.

Belajar fiqh rijal bersama Ustadz Qomar

Materi yang disampaikan Ustadz Qomarudin kepada anak putra yaitu tentang fiqh rijal penting bagi siswa kelas 4 sebagai bekal untuk masa dewasa karena usia mereka sudah di atas 8 tahun atau sudah 10 tahun mendekati usia baligh (dewasa). Hal ini penting sebagai bekal masa dewasa agar mereka benar-benar bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang muslim, memiliki kewajiban ketika sudah dewasa maka semua amal dan dosa menjadi tanggung jawab sendiri-sendiri (mukallaf) bukan tanggung jawab orang tuanya.

Belajar fiqh nisa` bersama Ustadzah Nika

Di kelompok putri, Ustadzah Rahajeng Nika menjelaskan hal yang sama tetapi dalam lingkup sebagai wanita. Kesiapan para siswa menghadapi masa dewasa sangat penting. “Anak-anak tidak boleh malu ya.. Jika ada hal-hal yang perlu ditanyakan bisa langsung curhat kepada ustadzahnya” ungkap Ustadzah Nika. Para siswi terlihat mengiyakan dan tersipu. Begitu juga ketika Ustadzah Nika memberika penjelasan lebih jauh lagi tentang kewanitaan dan tanda-tanda saat dewasa, para siswi banyak yang teriak dan malu. Bahkan ada yang belum paham sama sekali.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu sebagai bekal untuk masa dewasa. Mereka harus mengerti tanggung jawabnya terutama masalah hadas, baik hadas kecil maupun besar. Hal ini merupakan syarat sahnya sholat, bahwa harus suci dari kedua hadas tersebut. Anak putra juga diingatkan tentang masalah khitan, buang air kecil, maupun mandi. Anak putri juga diingatkan tentang masalah haid, dan beberapa hai keputrian lainnya. Semua itu ada hubungannya dengan tata cara bersuci yang benar sebagai syarat sah sholat.

Semoga kegiatan ini bisa menambah pengetahuan anak-anak dan bisa diterapkan dalam kehidupannya. Terutama untuk bekal di masa dewasanya. Subhanallah, kali ini kalian memang akan menghadapi masa dewasa ya anak-anak. Insyaallah kita akan terus belajar ya.. Ustadz-ustadzah akan terus mendampingi kalian. (AGUS SUGIHARTO, S.T / LUCI APRILIASARI, S.TP / SURYANA, S.Pd.I)

Tinggalkan Balasan

14 − 5 =