Pada 7-10 Agustus 2018, Pemerintah Kota Kediri menggelar lomba MTQ, MHQ, dan MKQ.  Lomba yang bertujuan menjaring anak muda berbakat ini diikuti siswa, guru dan santri pondok pesantren  yang ada di seluruh  Kediri. Dari SD Plus Rahmat mengikuti ketiga-tiganya  guna mengukur  kemampuan siswa dan juga guru disini.

Alhamdulillah Ustadzah Ulchinah Mabruroh Silviatul Amiroh, S.Pd sebagai peserta MKQ (Musabaqah Kaligrafi Al-Qur-an) cabang Naskah muncul sebagai juara 2 tingkat Kota Kediri. Bagaimanapun, tujuan mengikuti kompetisi seperti ini bukan semata-mata ingin menang apalagi juara.  Akan tetapi esensi terpenting adalah menumbuhkan semangat produktifitas sebuah potensi. Menumbuhkan dan memupuk semangat berkompetisi bukanlah hal  yang mudah. Karena siapa pun pesertanya , berapa pun usianya dan setinggi apa pun potensinya, jika tidak diasah untuk berkompetisi, maka potensi dan produktifitas tersebut akan menurun. Setelah menurun, lambat laun akan hilang, tiada akses manfaat yang bisa dicontoh ataupun dinikmati orang lain.

Tantangan terbesar untuk menyemarakkan kompetisi  itu sendiri adalah bagaimana menumbuhkan benih-benih karakter semangat atau spirit berkompetisi.  Tujuan strategisnya , para pemenang kompetisi  tersebut akan menguatkan sukma bangsa Indonesia di masa depan. Spirit kaum muda  harus dipenuhi nilai progresif yang beriktikad mewujudkan Indonesia berkemajuan.

Semangat itu mirip pijar matahari. Semangat itu menandai kesiapan para siswa dan guru SD Plus Rahmat untuk memberikan cahaya kebaikan. Pijar itu terkadang menyilaukan, dan pada lain waktu bisa jadi agak meredup. Namun, ikhtiar para guru dan siswa yang terus bergerak, berkiprah, dan memberi makna  bisa menjadi sumbu harapan bagi masa depan SD Plus Rahmat yang mencerahkan. (RUHANA MAYASARI, S.Ag – Korbid Imtaq SD Plus Rahmat Kediri)

 

 

Tinggalkan Balasan

5 + six =