Alhamdulillah, hari ini (Sabtu, 2 Oktober 2021) kembali SD Plus Rahmat menggelar Sosialisasi Asesmen Nasional untuk orangtua/walimurid kelas 4 dan 5, yang merupakan objek langsung dari AN nantinya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengupdate informasi orangtua/walimurid terkait program Pemerintah (dalam hal ini Kemendikbudristek), yaitu Asesmen Nasional.

Peserta sosialisasi tidak hanya orangtua/walimurid kelas 5, namun juga kelas 4. Hal ini disebabkan SD Plus Rahmat pada tahun ini dimanahi untuk menjalankan Program Kurikulum Sekolah Penggerak. Sehingga, sasaran AKM yang mulanya (untuk K-13) hanya untuk kelas 5 ditambah untuk kelas 4 (bagi sekolah dengan Kurikulum Sekolah Penggerak). Adapun sebagai Narasumber adalah Ustadz Fajar Kusumoningrad, S.Pd. yang merupakan proktor AKM SD Plus Rahmat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SD Plus Rahmat Ustdzah Sri Wahyuni, S.TP., S.Pd. SD.

Sri Wahyuni, S.TP., S.Pd. SD – Kepala SD Plus Rahmat
Ustadz Fajar Kusumoningrad, S. Pd. – Pemateri (Proktor AKM SD Plus Rahmat)

Paparan materi diawali dengan sejara Ujian Nasional dengan istilahnya dari masa ke masa hingga latar belakang penghapusan Ujian Nasional.

Istilah UN dari masa ke masa

Selanjutnya adalah paparan mengenai awal mula lahirnya program Asesmen Nasional, yang dilatar belakangi oleh Hasil survei PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2018. Hasil PISA ini membuktikan kemampuan belajar siswa pada pendidikan dasar dan menengah kurang memadai. Pada tahun 2018, sekitar 70% siswa memiliki kompetensi literasi membaca di bawah minimum. Sama halnya dengan keterampilan matematika dan sains, 71% siswa berada di bawah kompetensi minimum untuk matematika dan 60% siswa di bawah kompetensi minimum untuk keterampilan sains. Skor PISA Indonesia stagnan dalam 10-15 tahun terakhir. Kondisi ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara yang konsisten dengan peringkat hasil PISA yang terendah. 

Menanggapi kondisi tersebut, reformasi asesmen diperlukan guna mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Pemetaan mutu pendidikan secara menyeluruh dibutuhkan. Untuk itu pada tahun 2021, Asesmen Nasional (AN) akan resmi diterapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Ujian Nasional (UN) sudah tidak lagi diberlakukan.

Asesmen Nasional (AN) yaitu program evaluasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk pemetaan mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah. Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. “Informasi-informasi tersebut diperoleh dari tiga instrumen utama, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar”.

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh siswa untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Terdapat 2 kompetensi yang diukur dalam AKM yaitu kompetensi literasi membaca dan kompetensi literasi matematika (numerasi).

Dalam pembelajaran terdapat 3 komponen penting yaitu (1). Kurikulum (Apa yang diharapkan akan tercapai); (2). Pembelajaran (Bagaimana mencapai); dan (3). Asesmen (Apa yang sudah dicapai). Asesmen dilakukan untuk mendapatkan informasi mengetahui capaian murid terhadap kompetensi yang diharapkan. AKM ini dirancang untuk menghasilkan informasi yang memicu perbaikan kualitas belajar-mengajar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan hasil belajar murid.

Bentuk soal AKM dapat dilihat & dicoba pada web pusmenjar berikut:

https://pusmenjar.kemdikbud.go.id/an/


Berikutnya adalah paparan mengenai Survey Karakter. Survey Karakter merupakan instrumen yang difokuskan untuk mengukur hasil belajar emosional siswa selama menjalani proses belajar mengajar. Hasil belajar emosional tersebut mengacu pada 6 Profil Pelajar Pancasila. Karakter yang dimaksud berkaitan dengan sikap, nilai, keyakinan, dan kebiasaaan murid.

Penilaian ini dapat memberikan informasi terkait kesiapan siswa dalam menghadapi kompetensi global dengan membawa karakter yang baik dan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Yang terakhir adalah Survey lingkungan belajar, yaitu merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas berbagai aspek input dan proses belajar-mengajar di kelas maupun di tingkat satuan pendidikan. Secara sederhana survei lingkungan belajar menilai kondisi dan iklim sekolah serta aspek-aspek yang mendukung pembelajaran termasuk guru dan murid itu sendiri. Jadi pada survei lingkungan belajar, yang menjadi peserta bukan hanya murid, tetapi guru juga berpartisipasi pada survei ini.

Full video Sosialisasi Asesmen Nasional dapat dilihat pada channel youtube berikut:

Materi Sosialisasi Asesmen Nasional dapat diunduh disini.

Tanya Jawab Asesmen Nasional

AKM dan Implikasinya

Semoga bermanfaat (Humas_bangjon).


Tinggalkan Balasan

nineteen − 17 =