Didampingi Ustadzah Umi, seorang siswa 4B menutup mata saat dilakukan imunisasi  (foto : Ustadzah Esty)

Seorang siswi menangis tiba-tiba dan memeluk ustadzahnya, Jumat (4/8/2017). Mukanya terlihat ketakukan dan manja. Ustdzah mencoba menenangkan dan memberikan motivasi di depan kelas.

“Suntikan imunisasi itu tidak sakit, lho. Hanya seperti digigit semut. Senyum yuk anak-anak hebat dan pemberani,” kata seorang Ustadzah dengan tersenyum.  Anak-anak tampak lega.

Terlihat suasana imunisasi di kelas 1, saat Ustadzah Lilis memeluk seorang siswi (foto : Ustadzah Luci)

Namun, ketika petugas imunisasi datang ke SD Plus Rahmat, berbagai ekspresi spontan ditunjukkan oleh siswa-siswa SD Plus Rahmat Kediri. Bahkan saat imunisasi, ada saja ekspresi yang mewakili perasaan mereka. Ada yang biasa saja. Ada yang tetap ceria. Ada yang berulang kali harus minta ijin ke kamar mandi. Ada yang meronta dan memberontak, sehingga harus dipegang dan ditenangkan oleh petugas dan ustadz/ustadzah. Ada yang sembunyi di pojok kelas, dan berbagai ekspresi lucu yang dimilikinya. Ekpresi yang tidak biasa ketika berhadapan dengan jarum suntik. Bahkan ada yang menangis kencang hingga tak terasa jarum suntik sudah berlepas dari tubuhnya.. Hemm..anak-anak..

Imunisasi Measle Rubella (MR) ini adalah program pemerintah untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Di SD Plus Rahmat, imunisasi dilaksanakan menjadi dua tahap. Tahap 1, dilaksanakan pada hari Kamis, 3 Agustus 2017,  khusus untuk kelas bawah (kelas 1, 2 dan 3) yang meliputi 15 kelas. Tahap 2 dilaksanakan pada hari Jumat, 4 Agustus 2017 diperuntukkan untuk jenjang kelas atas (kelas 4, 5 dan 6).

Ustadzah Farida memberikan tinta di jari kelingking seorang siswi kelas 5, setelah imunisasi (foto : Ustadzah Luci)
Ekspresi ceria siswa kelas 5 setelah imunisasi (foto : Ustadzah Luci)

Sebelum dilaksanakan imunisasi, sekolah meminta persetujuan kepada wali murid. Menghindari ketika ada siswa yang kondisinya sedang kurang sehat seperti batuk, pilek atau diare. Wali murid juga sangat kooperatif.  Sehingga imunisasi berjalan sangat lancar. Setelah imunisasi, anak-anak diberi tinta di jari kelingkingnya sebagai tanda sudah imunisasi MR. “Alhamdulillah, imunisasi berlangsung cukup kondusif “ Kata Ustadzah Esty penanggung jawab pelaksanaan imunisasi di SD Plus Rahmat tahun ini.

Terlihat Bu Nur didampingi Ustadzah Nika dan Ustadzah Novita menenangkan siswa kelas 4

Setiap tahap pelaksanaan imunisasi, dibantu oleh 8 orang petugas puskesmas yang diketuai oleh Irma Fitriana Dewi, A.Md. Kep, sebagai penanggung jawab program imunisasi MR untuk sekolah dan posyandu Kecamatan Kota. Bahkan selama dua hari, Ibu Hj. Nur Mujito sebagai pengurus yayasan dan sekaligus perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) selalu mengawal pelaksanaan imunisasi. Bu Nur juga menjelaskan bahwa bagi siswa-siswi yang kebetulan berhalangan ikut imunisasi di sekolah karena kondisinya yang kurang sehat tidak perlu merasa khawatir. “Anak-anak juga bisa melaksanakan imunisasi susulan di puskesmas/rumah sakit atau dokter terdekat ya…” lanjut Bu Nur sambil tersenyum dan memeluk seorang siswa yang menangis setelah melaksanakan imunisasi.

(Luci Apriliasari, S.TP – HUMAS SD Plus Rahmat )

 

Tinggalkan Balasan

one + eight =