“Allahu Akbar” jawab peserta pelatihan serentak dan semangat, spontan setelah Ustadz Jupri meneriakkan kata “Takbir.. !” Kata itu seakan menghipnotis peserta dan memberi energi positif lebih kuat. Begitu kata-kata itu berulang-ulang di setiap jeda materi yang disampaikan, Sabtu 15 September 2018 di Masjid Rahmat, Jl Slamet Riyadi 32 A Kediri.

Pembinaan dan pelatihan terprogram ini adalah kegiatan pembinaan perdana yang diselenggarakan oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Play Group, TK dan SD Plus Rahmat Kediri di bawah naungan Yayasan Taman Pendidikan Rahmat Kediri. Kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan sekali di hari Sabtu. Sasaran kegiatan adalah seluruh ustadz-ustadzah, karyawan, dan pengajar mengaji eksternal Play Group, TK, SD dan SMP Plus Rahmat yang berjumlah sekitar 200 orang.

Pak Mujito saat membukan acara pembinaan dan pelatihan secara resmi

Kegiatan yang berlangsung mulai 07.30-12.00 ini juga dihadiri  oleh pembina dan pengurus Yayasan Taman Pendidikan Rahmat dan komite sekolah. “Dengan ghirah, berbuatlah yang dimulai dari diri sendiri, mulai dari hal sekecil-kecilnya dan mulailah dari sekarang. Hidup jangan hanya menunggu seperti perahu di pantai, tetapi melajulah ke tengah samudra. Jangan hanya diam tapi berbuatlah, berusahalah dan berprestasilah” pesan motivasi Bapak Ir. H. Mujito saat membuka acara pembinaan dan pelatihan ini.

 

Ustadzah Iin saat menyampaikan sambutan

“Tujuan kegiatan ini, salah satunya adalah menguatkan komitmen bersama untuk membangun ­teamwork  yang solid dalam satu visi dan misi dengan semangat (ghirah) berdakwah yang kuat” ujar Ustadzah Iin `Arifatun Nisa`, S.Pd.AUD selaku ketua Litbang Play Group, TK, SD dan SMP Plus Rahmat Kediri saat memberi sambutan. Bahkan, pembinaan ini juga berfokus pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di 4 jenjang baik karyawan maupun ustadz-ustadzah sebagai pendidik. Pembinaan ini sebagai bekal dalam mengemban amanah mulia mengantarkan anak-anak didik Play Group, TK, SD dan SMP Plus Rahmat menjadi anak yang sholeh sholihah.  Bahkan kita diharapkan juga mampu menyelesaikan setiap permasalahan dengan bijak dan saling membantu dalam mengemban amanah sebagai pendidik.

Materi yang bertemakan “Membangun Ghirah dan Menguatkan Karakter Seorang Pendidik” dikupas secara menyenangkan oleh DR. Drs. Soehardijoepri, M.Si yang juga seorang dosen ITS. Bahkan, di awal penyampaian materi Ustadz Jupri yang juga penulis Sejenak Pagi mengingatkan kita akan satu aksi pola asuh untuk menyelamatkan anak-anak didik kita dari BLAST (Bored, Lonely, Agry, Afraid and Stress, Tired) menjadi BEST (Behave Emphatic Smart and Tough). Satu aksi tersebut adalah “Ayo bersama-sama berkolaborasi menjadi Hero bagi anak Indonesia..”. Semua di awali dengan niat yang baik, bersama mewujudkan usaha dengan (Keras, Tuntas, Cerdas, Ikhlas) dan tidak 5L (cepat Letih, Lemah, Lesu, Lolak, Lolok), didorong dengan doa, dan tawakal.

Peserta pelatihan mendengarkan penyampaian materi dengan antusias

Lebih jauh lagi, Ustadz Jupri langsung memberikan komando agar semua peserta agar membuang semua prasangka, iri, dengki, dendam dari hati kita semua. “Sucikan hati kita. Dengan hati yang kotor, kita tidak akan bisa melihat kebaikan apapun” tegasnya. Bagaimana caranya..? Adalah dengan menjadi orang yang bertakwa dengan cara mudah memberikan/membahagiakan orang lain atau Loman (harta, ilmu dan hati ), tahan marah, dan memafkan sesama. Seperti telah dijelaskan melalui firman Allah SWT dalam al-Quran ini.

”(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (ali-Imraan ayat 134)

Dalam teamwork diperlukan teladan yang baik seperti Rosulullah yang dalam bekerja tidak pernah mengeluh. Selalu memegang prinsip FAST (Fathonah, Amanah, Siddiq dan Tabligh). Bahkan dalam menyikapi segala perbedaan, dan memperoleh kehidupan yang harmonis maka kunci utama adalah selalu melihat kebaikan orang lain dan selalu melihat kejelekan diri-sendiri.

Subhanallah.. betapa indahnya hidup di tengah komunitas Islam dalam satu prinsip dan satu visi misi yang kuat. Betapa bersyukurnya ketika setiap hari kita selalu dihadapkan pada sejumlah anak didik yang menunggu kita. Saat kita mengucapkan salam, mereka menjawab “Waalaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh” secara serentak. Lalu, mengalirlah doa. Semoga keselamatan, keberkahan, dan kasih sayang (rahmat) dari Allah SWT menyertai kalian. Aamiin.. Semoga ilmu hari ini menjadi manfaat dan berkah. Merefresh dan menyatukan kita menjadi tim yang solid karena Allah.  (LUCI APRILIASARI, S.TP – Korbid HUMAS SD Plus Rahmat Kediri)

Tinggalkan Balasan

two + 1 =