“Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat” (HR Muslim).

Subhanallah.. Indahnya memahami hadist di atas. Rasanya sangat tepat untuk memotivasi diri kita, dan menumbuhkan rasa peduli siswa/i SD Plus Rahmat terhadap sesama.

NTB berduka, Ahad (5 Agustus 2018) diguncang gempa hebat 7,0 SR. Gempa inipun terjadi beruntun. Banyak korban meninggal. Banyak korban kehilangan, baik harta, benda, orang tua, anak, sahabat dan teman. Tak ada yang bisa menghalangi kehendak Allah SWT. Semua telah terjadi. Innalillahi wa inna ilaihi roji`un..

siswa dan ustadz SD Plus Rahmat melaksanakan sholat ghaib

NTB masih berduka hingga kini. Namun, sesungguhnya ini semua adalah duka kami juga. SD Plus Rahmat juga sangat berduka. Tidak menunggu lama, Selasa (7 Agustus 2018) seluruh siswa SD Plus Rahmat kelas 4 dan 5 yang berjumlah sekitar 320 siswa beserta ustadz/h melaksanakan sholat ghoib. Sholat ini dipimpin oleh Ustadz Suryana, S.Pd.I

Sebelum sholat ghoib berlangsung, siswa mendengarkan pengarahan tentang tata cara sholat ghoib yang benar. Baik bacaan maupun gerakan. Harapannya, siswa benar-benar memahami apa yang akan dilakukan saat sholat ghoib. Meskipun, sholat ghoib ini bukan yang pertama, namun sudah menjadi kewajiban ustadz/h mengingatkan dan memberikan pembelajaran terhadap hal-hal insidental seperti sekarang ini.

Mendengarkan tauziyah dari Ustadz / Suryana sebelum sholat ghoib

Alhamdulillah, sholat berlangsung dengan sangat tertib. Usai sholat dilanjutkan doa bersama yang ditujukan untuk korban meninggal NTB dan sekitarnya. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosanya, dan husnul khotimah. Aamiin. Di akhir rangkaian kegiatan sholat, Ustadz Suryana juga memberikan tausiyah mengenai makna sholat, makna mendoakan sesama dan hikmah apa di balik bencana ini semua.

Siswa-siswi kelas 4 dan 5 beserta ustadz/h melaksanakan sholat ghoib di Masjid Rahmat

Kepedulian berikutnya diwujudkan dengan aksi penggalangan dana. Siswa-siswi mulai kelas 1 hingga kelas 6 secara bergantian menuju ke halaman SD Plus Rahmat. Mereka bergantian memasukkan infaq. Beberapa petugas divisi sosial berasal dari siswa/i kelas 4 dan 5 SD Plus Rahmat. Mereka memakai rompi, menjaga posko, dan berkeliling di sekitar halaman SD Plus Rahmat membawa kotak peduli NTB. Setiap siswa yang memasukkan infaq, akan mendapat 1 stiker sebagai wujud rasa terimakasih mewakili para korban bencana gempa di NTB.

Terlihat dua orang siswi sedang memberikan sumbangan untuk korban NTB

Kegiatan ini serentak juga dilaksanakan oleh adik-adik Play Group dan TK Plus Rahmat yang bergantian menuju halaman SD Plus Rahmat. Selain itu, di tempat berbeda, SMP Plus Rahmat juga melakukan wujud kepedulian senada.

Senangnya adik-adik Play Group mendapatkan stiker

Penggalangan dana hari pertama di halaman SD Plus Rahmat, alhamdulillah terkumpul sebesar  14.138.550 rupiah. Insyaallah penggalangan dana akan tetap berlangsung hingga satu pekan ke depan melalui Kantor Yayasan Taman Pendidikan Rahmat. Rencananya dana yang terkumpul akan dikolektif 4 jenjang untuk segera disalurkan kepada korban NTB dan sekitarnya.

Semoga kepedulian ini membawa keberkahan dari Allah SWT. Siswa/i memperolah pengalaman dan pembelajaran nyata. Mereka mendengar, melihat, berdoa dan mewujudkan sebuah tindakan peduli terhadap sesama dengan sesungguhnya. Semoga karakter ini akan mengakar dalam jiwa anak-anak SD Plus Rahmat. (LUCI APRILIASARI,S.TP – Korbid HUMAS SD Plus Rahmat)

Tinggalkan Balasan

nineteen − 13 =