Oleh : Bang Jon

Hampir seminggu sudah dimulai kegiatan pembelajaran tahun pelajaran 2017/2018. Tentunya semuanya serba baru, suasananya baru, muridnya baru, kelasnya baru, gurunya baru dan programnyapun baru. Sebagai salah satu sekolah swasta di Kota Kediri yang hingga saat ini masih menjadi favorit, SD Plus Rahmat selalu berinovasi dengan berbagai program-program unggulan sekolah. Mulai dari IMTAQ, bidang kurikulum, bidang kesiswaan, bidang hubungan masyarakat, bidang sarana dan prasarana hingga bidang lomba semuanya wajib menelurkan program unggulan. Tak hanya berhenti disitu, setiap jenjang kelaspun juga dituntut untuk menyusun program kegiatan unggulan, yang kesemuannya bertujuan untuk lebih memfasilitasi siswa sesuai dengan minat bakat dan bidang keahliannya.

Jenjang kelas 5 tahun ini ada 5 rombel yaitu kelas 5A – 5E dengan jumlah siswa rata-rata 30 siswa tiap kelas. Setting ruang kelas 5A – 5D berada di lantai 1, sedangkan kelas 5E terpisah berada di lantai 2 dan hanya berdua berdekatan dengan laboratorium komputer.  Meskipun ruang kelasnya cukup kecil dengan jumlah siswa sebanyak 31 anak, namun banyak hal yang perlu kami syukuri antara lain suasananya cenderung kondusif (ndak seramai di kelas bawah); AC nya dingin (nyess… kayak di kutub); kamar mandi sendiri (meski tak di dalam, hehehe…); dan dekat lab. Komputer (wifi lancar jaya, hehehe…).  Dengan banyak-banyak bersyukur maka InsyaAllah pasti Allah akan menambah-nambah nikmat yang lainnya, Amien….

Dari kegiatan MPLS seminggu ini dan dari informasi yang kami gali dari wali kelas sebelumnya, kami selaku wali kelas dan guru kelas sudah bisa mengidentifikasi beberapa keunikan siswa/i kelas 5E yang ternyata cukup heterogen dari berbagai sisi, baik secara akademik, nonakademik maupun attitudenya. Untuk itu perlulah segera kami rencanakan beberapa program unggulan kelas 5E yang kami menyebutnya dengan istilah program langit. Program tersebut kami diskusikan bersama wali murid secara online via group WA pada hari Kamis malam lalu. Sebelum diskusi dimulai, untuk menyamakan persepsi maka kami sampaikan beberapa dasar berikut:

  1. Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan (QS. Al-‘Isra’ : 70).
  2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya (QS. At-Tin : 4).
  3. Setiap anak memiliki keistimewaan/keunikan yang merupakan bakat pemberian Allah.
  4. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan (QS. At-Tahrim: 6).
  5. Rahmat Allah semoga tercurah bagi seorang hamba yang menunjukkan kepada anaknya bagaimana cara berbuat baik kepada orang tua; yang mengajarkan kelembutan, pendidikan, dan sopan santun.
  6. Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam diutus tidak lain untuk menyempurnakan akhlak manusia.

“Aku diutus oleh Allah tidak lain untuk menyempurnakan akhlak yang sholeh” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Al Albani).

  1. Akhlak merupakan tolok ukur iman seseorang. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling sempurna akhlaknya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al Albani).
  2. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda : “Orang yang belajar di waktu kecil itu ibarat melukis di atas batu”.
  3. Bahwa prestasi itu tidak selalunya harus dalam hal akademik saja, tetapi bisa dalam banyak hal, termasuk dalam hal *akhlaq* yaitu ketika Ananda selalu istiqomah melakukan kebaikan-kebaikan dan mampu & mau mendo’akan orangtua, rajin membantu orangtua itu juga prestasi yang sangat amazing.

Kemudian setelah diskusi sekitar 1,5 jam, Alhamdulillah telah disepakati 4 program unggulan kelas 5E sebagai berikut:

  1. 3S (Sehari Sedekah Seribu)

Teknisnya :

Tiap siswa diupayakan besedekah tiap hari minimal Rp1.000,00 yang dimasukkan kotak infak khusus dan yang mengelola siswa dan setiap hari akan kami laporkan jumlahnya. Kemudian untuk penyaluran sedekah yang terkumpul, nanti bisa tiap bulan atau triwulan ke tempat sesuai kesepakatan siswa dan Ayah/Bunda.

Berikut ini kami sampaikan hanya beberapa dalil tentang anjuran sedekah, yang semoga bisa menguatkan niat kita untuk senantiasa gemar bersedekah:

  • “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha mengetahui.”(Al-Baqarah 261).
  • “Dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.” (Al-Hadid 7).
  • “Dan mengapa kamu tidak menafkahkan (sebagian hartamu) pada jalan Allah, Padahal Allah-lah yang mempusakai (mempunyai) langit dan bumi.” (Al-Hadid 10).
  • “Tiada suatu pagi hari berlalu melainkan ada dua malaikat turun. Berkata satu di antara dua malaikat itu: “Ya Allah berilah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya,”

Dan masih banyak lagi dalil yang lainnya…

  1. 3S (Sehari Sholawat Seribu)

Teknisnya :

Setiap hari Ananda & Ayah/Bunda membaca Sholawat (jenis sholawatnya bebas) dengan pembagian Ananda membaca sholawat 400x yang akan kami pandu dan setoran di sekolah (pagi 100x, jam istirahat 100x, sekitar jam makan siang 100x, sore sebelum pulang 100x) sedangkan Ayah/Bunda membaca sholawat 600x yang dibaca dalam waktu sehari (mulai maghrib hingga maghrib lagi) yang kesemuannya diniatkan untuk kebaikan Ananda, supaya dimudahkan dalam menuntut ilmu, meraih prestasi terbaik dan jadi anak yang sholih.

Berikut beberapa saja dalil tentang anjuran bersholawat, yang semoga bisa menguatkan niat kita untuk senantiasa gemar bersedekah:

  • “Sesungguhnya Allah dan para MalaikatNya senantiasa bershalawat kepada Nabi. Wahai orang-orang beriman bershalawatlah kepada Nabi dan mohonkan salam baginya.” (QS. 33: 56)
  • “Barangsiapa bershalawat untukku sekali, niscaya Allah bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR. Muslim dari Abû Hurairah).
  • Bershalawatlah kamu kepadaku, karena sha-lawatmu itu menjadi zakat (penghening jiwa pembersih dosa) untukmu.” (HR. Ibn Murdaweh)
  • “Barangsiapa bershalawat untukku sekali, niscaya Allah bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR. Muslim dari Abû Hurairah).
  • “Barangsiapa bershalawat untukku dipagi hari sepuluh kali dan di petang hari sepuluh kali, mendapatlah ia syafa’atku pada hari qiamat.” (HR. Al-Thabrânî)
  • “Manusia yang paling utama terhadap diriku pada hari qiamat, ialah manusia yang paling banyak bershalawat untukku.” (HR. Al-Turmudzî).
  • “Jibril telah datang kepadaku dan berkata: ‘Tidakkah engkau ridha (merasa puas) wahai Muhammad, bahwasanya tak seorang pun dari umatmu bershalawat untukmu satu kali, kecuali aku akan bershalawat untuknya sebanyak sepuluh kali? Dan tak seorang pun dari umatmu mengucapkan salam kepadamu, kecuali aku akan meng-ucapkan salam kepadanya sebanyak sepuluh kali?! (HR. Al-Nasâ’i dan Ibn Hibban, dari Abû Thalhah).

Dan masih banyak lagi dalil yang lainnya…

  1. SMW (Senantiasa Menjaga Wudhu)

Teknisnya :

Biasakan Ananda setiap selesai mandi langsung otomatis berwudhu dan senantiasa menjaga wudhunya, jika sudah batal segera kembali ingatkan untuk berwudhu.

Sebelum berangkat sekolah pastikan Ananda sudah berwudhu, nanti hingga di sekolah akan kami ingatkan dan kami pantau untuk senantiasa menjaga wudhunya, jika batal akan kami ingatkan untuk segera berwudhu lagi. Begitu seterusnya hingga pulang sekolah. Dan ketika di rumahpun,  kami mohon untuk bisa selalu diingatkan supaya senantiasa menjaga wudhunya.

Berikut ini penjelasan K.H. Muhammad Arifin Ilham tentang 10 rahasia di balik sunnah menjaga wudhu. Yang mengawali nasihatnya dengan mengatakan, “Keluargaku tercinta karena Allah Ta’ala, (inilah) hal ringan dan sederhana, tetapi sangat-sangat besar nilai manfaatnya.”

  • Sebab kecintaan dari Allah Ta’ala

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. (al-Baqarah [2]: 222)

  • Sunnah mulia Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

“Tiada orang yang selalu menjaga wudhunya, kecuali orang itu benar-benar beriman.”

  • Meraih doa para malaikat

Kepada orang yang mendawamkan wudhunya, malaikat senantiasa berdoa, “Ya Allah, ampunilah dosanya. Rahmatilah dia sampai wudhunya batal.”

  • Wajahnya bersih, segar, dan bercahaya

Cermatilah saudara-saudara kita yang senantiasa menjaga wudhunya. Wajahnya bercahaya. Senyumnya sumringah dan inspiratif.

  • Terjaga dari nafsu jahat

Aura mereka senantiasa positif. Pikiran dan hatinya bersih. Saat melihat yang haram, mereka langsung menundukkan pandangan seraya memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala.

  • Himmatul Hasanaati

Kaum Muslimin penjaga wudhu, “Energinya maunya hanya yang baik, halal, dan positif.”

  • Tumbuh dan berkembangnya akhlak yang mulia

Akhlak merupakan kecenderungan diri. Awalnya pemberian. Namun, ianya harus dijaga agar tumbuh dan berkembang. Wudhu adalah energi positif yang membuat seorang hamba bertambah baik akhlaknya.

  • Jaminan husnul khatimah

Sebab mati datang sekonyong-konyong, maka orang mukmin yang cerdas senantiasa menjaga dirinya dari kesucian. Saat meninggal dalam keadaan suci, “Ia akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah karena meninggal dalam keadaan suci.”

  • Diterangi alam kuburnya

Terangnya alam kubur ini merupakan pancaran dari anggota tubuh yang bercahaya lantaran air wudhu

  • Termasuk Ahlul Karaami

Mereka yang senantiasa menjaga wudhu adalah hamba-hamba Allah Ta’ala yang memiliki kedudukan mulia.

“Sejatinya ummatku pada Hari Kiamat akan datang dalam kondisi wajah, ujung-ujung tangan dan kakinya bersinar pertanda mereka (menjaga) wudhu semasa hidup di dunia.“ (HR Bukhari dan Muslim).

Sumber : http://bersamadakwah.net/10-rahasia-di-balik-sunnah-menjaga-wudhu/

  1. CPS (Cuci Piring Sendiri)

Teknisnya :

Biasakan Ananda untuk belajar mandiri dengan belajar cuci piring/sendok sendiri yang ia gunakan untuk makan, minimal ketika selesai makan sore/malam saja setiap hari.

Beberapa manfaat pembiasaan mencuci piring sendiri, antara lain:

  • Sikap cinta kebersihan ( bukankah “kebersihan bagian dari iman”)
  • Melatih tanggung jawab, setelah makan alat yang dipakai wajib dibersihkan sendiri
  • Mandiri, dengan demikian siswa terbiasa melakukan sendiri tanpa bantuan orang lain
  • Cinta lingkungan, dengan mencuci piring dan sendok akan terbiasa cinta lingkungan mulai dari hal yang terkecil.

Semoga Allah SWT. mudahkan langkah kita semua untuk membiasakan  Ananda dengan kegiatan yang baik sebagai upaya pembinaan akhlaq dan pembentukan karakter yang islami sejak dini. Semoga bermanfaat…

 

Tinggalkan Balasan

six + ten =