Salam Pramuka..! Dua kali tepuk pramuka..

Masih tetap PERJUSA anak-anak kelas 5 SD Plus Rahmat Kediri yang digelar di SMP Plus Rahmat (Jumat, 11 Agustus 2017). Alhamdulillah kegiatan mendirikan tenda telah usai. Dengan kerja keras dan kekompakan masing-masing regu, anak-anak berhasil mendirikan tenda. Upaya yang patut di apresiasi.. Bahkan ada kalanya saat tenda terhuyung dan tidak simetris, anak-anak tetap berupaya memperbaiki dengan semangat.

Kebersamaan mendirikan tenda (foto : Ustadz Chuluq)
Salah satu tampilan kreasi saat pentas

Kegiatan selanjutnya adalah pentas seni anak-anak. Beberapa siswa-siswi yang telah melalui latihan “rahasia” menampilkan karya yang sangat kreatif. Peserta sangat terhibur. Mereka menikmati penampilan teman-temannya. Anak-anak yang tampil adalah siswa-siswi perwakilan kelas masing-masing yang sebelumnya pernah mengikuti latihan kepramukaan. Tampilan meliputi puisi, gerak, tari, lagu yang disuguhkan dalam kombinasi tata gerak yang kreatif dan penuh kekompakan. Suasana menjadi sangat ceria, semangat dan penuh kegembiraan.

Materi Motivasi oleh Bu Elly

Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian snack, sholat jumat, makan siang dan istirahat sebentar. Kemudian, semua peserta wajib berkumpul di aula lantai 3 bersama Ustadz Fajar Kusumoningrat, S.Pd. Disini, anak-anak mendapatkan materi kepramukaan, motivasi dan beberapa game dari Ibu Elly Sunarwati, salah satu perwakilan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Kediri. Menurut Bu Elly “Anak-anak SD Plus Rahmat memiliki semangat dan motivasi yang sangat tinggi dalam kegiatan pramuka”. Untuk mewadahi hal tersebut, Bu Elly menyarankan agar dilakukan pembinaan secara lebih rutin dan terus menerus.

Persiapan Lomba Fotografi

Kegiatan demi kegiatan berlangsung dengan tertib. Kali ini lomba fotografi yang dipandu oleh Ustadzah Luci Apriliasari, S.TP dan Ustadzah Eny Mas`udah, S.Pd. Fotografi ini bertemakan “Kami Pramuka Islami yang Kompak”. Foto dilaksanakan secara beregu. Bisa menggunakan teknik selfie atau memotret biasa oleh salah satu anggota regu. Hasil Foto dan gaya adalah karya anak-anak sendiri. Kamera memakai HP ustadz/ustadzah. Selanjutnya karya akan di share dalam group resmi ustadz/ustadzah SD Plus Rahmat, kemudian di vote mulai jumat siang hingga sabtu dini hari. Pilihan terbanyak adalah pemenang. Kita tunggu hasil vote terbanyak ya..

Kompak dan saling tolong menolong saat menjelajah (foto : Ustadz Chuluq)

Menjelajah adalah kegiatan berikutnya. Sebelum menjelajah, anak-anak diwajibkan untuk melaksanakan sholat ashar berjamaah, kemudian berbaris rapi dipimpin oleh pinru dan wapinru di lapangan. Dalam menjelajah, anak-anak menyusuri persawahan dan perkampungan di sekitar lokasi SMP Plus Rahmat. Mereka juga harus berbaris secara beregu. Selama perjalanan, mereka harus melewati pos-pos tertentu yang dijaga oleh ustadz-ustadzah. Setiap pos, memiliki masing-masing tugas yang harus diselesaikan anak-anak. Suasana alam bebas memberikan makna kecintaan terhadap alam, rasa syukur dan kebebasan berfikir yang positif.

Menjelajah, membawa suasana baru.  Anak-anak kembali ke lokasi dangan lebih semangat. Selanjutnya mandi dan bersiap sholat maghrib berjamaah. Sekitar pukul 18.00 – 19.00 siswa-siswi makan malam dan diperbolehkan untuk dikunjungi orang tua atau kerabatnya. Tepat pukul 19.00 semua siswa bersiap sholat Isya` berjamaah di selasar lantai 1, dzikir dan sholawat bersama.

Suasana api unggun (foto : Ustadzah Luci)

Tengah malam dalam suasana dingin di luar ruangan. Anak-anak bergegas berkumpul di lapangan. Merapat dan melingkar. Kemudian suasana gelap. Tiba-tiba letupan kembang api muncul dari bawah. Apinya masih tampak hingga merambat ke atas. Kejadian ini berlangsung sekitar 20 menit. Suasana tegang, khawatir dan sedikit rasa takut. Namun saat inilah justru tuntutan untuk tetap tenang, sigap dan menjadi pemberani. Rambatan letupan kembang api semakin ke atas dan membesar. Sesaat kemudian, kembang api yang semula hanya meletup sekarang berubah menjadi bara menggumpal. Bagai selancar, bara ini terjun cepat membentuk sudut 45o menuju kayu bakar. Lalu, blarrrr…api berkobar.

Anak-anak bertepuk tangan dan berteriak. Kaget bercampur senang. Belum tuntas itu semua, kembang api muncul dari arah api unggun meletup ke udara. Bertubi-tubi. Kali ini lebih mirip seperti hujan kembang api. Indah di udara. Suasana kembali riuh. Subhanallah. Sangat terasa kebahagian dalam kebersamaan. Udara menjadi sangat hangat. Ustadz Rico Dwi Anoraga, S.Pd sebagai pemilik ide kreatif acara, mengambil alih dan memandu kegiatan selama berlangsungnya api unggun. Ya.. Api Unggun sudah menyala.. Tidak ada kata yang tepat, selain mensyukuri nikmat Allah. Alhamdulillah..

(Luci Apriliasari, S.TP – HUMAS SD Plus Rahmat)

Tinggalkan Balasan

1 × one =