Idul Adha disebut juga Idul Qurban. Menengok sisi historisnya, kita pasti teringat sebuah kisah teladan Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, putranya. Rasa cinta Nabi Ibrahim kepada Allah SWT ditunjukkan melalui pengorbanan mendalam yang dipenuhi tawakal dan ikhlas. Mengorbankan putra tercintanya, Ismail semata-mata karena Allah. Hampir saja pisau digerakkan mengenai Ismail, tiba-tiba Allah menyuruh menghentikan. Ini sebagai buah keikhlasan dan tawakal. Allah ridlo dan mencukupkan pengorban Ibrahim dengan seekor kambing/domba saja. Seperti dalam firman-Nya yang terdapat dalam al-Quran surat As-Saffat ayat 107-110:

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ

“Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

 Subhanallah.. begitulah hingga membuat Malaikat Jibril kagum dan mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Kemudian Nabi Ibrahim menjawab “Laailaha illahu Allahu Akbar”. “Allahu Akbar Walillahil Hamdu” jawab Nabi Ismail.

Menyambut Idul Qurban ini, sebelumnya umat islam melaksanakan puasa sunah tarwiyah pada 8 Dzulhijah (20 Agustus 2018). Puasa ini dilanjutkan pada 9 Dzulhijah (Puasa Arofah) tepatnya pada 21 Agustus 2018. Puasa ini semata-mata adalah sebagai upaya mendekatkan kita kepada Allah SWT. Sehingga pada Rabu, 22 Agustus 2018 ada rasa kebahagian tersendiri saat melaksanakan sholat Idul Adha (https://sdplusrahmat.sch.id/wujudkan-anak-sholih-maknai-kebersamaan-sholat-idul-adha/).

Siswa SD sedang menyaksikan penyembelihan hewan qurban

Sehari setelah sholat Idul Adha, siswa-siswi SD Plus Rahmat melakukan penyembelihan hewan qurban. Anak-anak secara bergantian melihat proses penyembelihan, pemotongan, dan penimbangan hewan qurban. Sebelum disembelih, para siswa bertakbir bersama-sama. Berbagai ekspresi tampak pada wajah lugu mereka. Ada yang tidak tega, takut atau sangat tenang. Semua ini merupakan pembelajaran bagi siswa-siswi SD Plus Rahmat, sebagai wujud bahwa kita menjalankan perintah Allah SWT. Rasa syukur mendalam dan bukti cinta kepada Sang Kholiq.

Salah satu siswa SD Plus Rahmat sedang mendistribusikan hewan qurban kepada warga sekitar

Berbeda dengan proses pendistribusian qurban pada tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, siswa-siswi kelas 5 dan 6 terlibat langsung. Memakai pakaian muslim bebas dan rapi, mereka mendatangi rumah warga sekitar dan memberikan hewan qurban. Hal ini sebagai upaya menanamkan karakter religius, kepedulian dan ikhlas berbagi secara nyata.

Siswa SD dan TK sedang melihat proses pemotongan dan penimbangan daging qurban

Yayasan Taman Pendidikan Rahmat Kota Kediri, atas nama Play Group, TK dan SD Plus Rahmat juga menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban tahun ini. Alhamdulillah, gabungan tiga jenjang ini ada 12 kambing dan 1 sapi. Sumber qurban berasan dari sumbangan para siswa baik berupa kambing maupun uang. Sebanyak tiga kambing diberikan kepada Mushola dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) salah satu wilayah di Kediri atas permintaan Mushola dan MI tersebut. “Sejumlah 9 kambing dan 1 sapi yang kami sembelih atas nama sekolah” Kata Ustadz Yanurizna, S.Pd. Panitia juga berasal dari ustadz-ustadzah SD Plus Rahmat.

Bismillah.. Makan daging kambing yang halalan thoyyiban

Hari ini, para siswa-siswi SD Plus Rahmat melihat semua proses penyembelihan hewan qurban. Siangnya mereka makan bersama daging kambing yang halalan dan thoyiban ini dengan penuh rasa syukur. Sebuah pembelajaran bahwa daging kambing adalah makanan yang halal. Barokallah.. Semoga pahala dilimpahkan atas kita semua. Aamiin.. (LUCI APRILIASARI, S.TP – Humas SD Plus Rahmat Kediri)

 

Tinggalkan Balasan

seventeen − sixteen =