“Aaaaa”, teriak mamaku.

Tiba-tiba seekor kucing berwarna abu-abu masuk kedalam rumahku. Tentu itu mengagetkan semua orang di rumahku. Tapi, aku sangat senang akan kehadirannya. Usianya sekitar satu tahun. Kalung merah terpasang di lehernya. Rupanya, itu adalah milik tetanggaku. Tapi, aku sangat ingin memeliharanya. Tiba-tiba, terdengar suara bel.

“Ting tung…”.

Papaku segera membuka pintu gerbang. Ternyata tetanggaku lah yang datang.

“Pak, lihat kucing warnanya abu-abu nggak? Kucingnya sudah besar”, Tanya tetanggaku.

“Oooo, iya bu. Kucingnya ada di rumah saya. Mari masuk bu!”  jawab papaku.

Setelah mengetahui kucingnya, tetanggaku langsung mengulurkan tangannya dan memanggil nama kucingnya.

“Dedeeeeek”, teriak tetanggaku.

Ternyata namanya Dedek. Dedek pun langsung menuju ke pemiliknya. Akhirnya, Dedek pulang. Aku sangat ingin memelihara kucing. Bukan karena kelucuannya saja. Tapi juga karena itu merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Setiap pagi, Dedek datang ke rumahku. Dan kakakku yang bernama Aning lah yang biasa mengantarkannya. Kami sekeluarga senang dengan kehadiran Dedek. Karena hal ini juga tali silaturrahmi dengan tetangga juga semakin kuat. Tapi, suatu hari Dedek tidaklah datang ke rumahku lagi. semuanya menunggu kedatangannya. Tapi mengapa Dedek tidak kunjung datang? Ternyata, sang pemilik mengabarkan bahwa Dedek sudah mati karena tertabrak mobil. Aku sangat sedih. Aku sangat menyayanginya. Tapi, aku sudah tidak bisa bertemu dengannya.

Tapi, tetanggaku ingin memberi dua anak kucing yang merupakan adik Dedek. Aku sangat senang. Aku dan keluargaku segera menjemputnya dan membawanya pulang. Mereka kuberi nama Muezza dan Kiara. Muezza berwarna coklat, sedangkan Kiara berwarna abu-abu. Mereka masih berumur tiga bulan. Badannya masih kecil. Tapi, mereka sangat lincah. Aku sangat senang ketika melihatnya bermain bola dan memanjat keranjang sepeda kakakku. Mereka sangat lucu. Aku sangat menyayangi mereka. Kita harus merawat dan menyayangi hewan dan tidak boleh menyakitinya. Jika kita tidak menyayanginya, maka akan ada hukuman dari Allah SWT. sebagaimana diriwayatkan di dalam hadits Imam Bukhari “Seorang wanita dimasukkan ke dalam neraka karena kucing yang dia ikat dan tidak diberi makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai. Dan juga ada seorang sahabat yang juga ahli hadist yaitu abdurrahman bin sakhr al azdi diberi julukan Abu Hurairah bapak para kucing jantan, karena kegemarannya dalam merawat serta memelihara berbagai kucing jantan di rumahnya. Nah kalian maukan seperti sahabat nabi? maka sayangi binatang ciptaan Allah, jangan menyiksanya jangan merasa jijik kepada mereka.

Penulis : Tanaya Khalifah (Naya) – Kelas 1B

Karya Terbaik Kedua Kategori 1 dalam Rahmat Olimpiade Menulis Online

Mau tau cerita lengkapnya? Mau dapetin bukunya? Yuks segera PO aja dengan cara kontak wali kelas masing-masing ya atau kontak bang jon – 0822 3363 8107 atau kontak Ustadah Luci – 0813 3561 6881 atau langsung klik disini

Tinggalkan Balasan

10 + 12 =