(Refleksi Hari Guru dan Maulid Nabi Muhammad SAW.)

Oleh : Bang Jon

Salam dan sholawat selalu terlimpah kepada Rosulullah SAW.  Mengambil semangat Maulid Nabi, mari sebagai guru jaman now kita senantiasa memperbaiki cara mengajar kita dalam rangka menyiapkan generasi jaman now yang cerdas, sholeh dan berprestasi.

Sebagaimana kita yakini bersama bahwa Nabi Muhammad SAW. adalah teladan dalam semua sisi kehidupan, termasuk dalam hal penggunaan metode pengajaran dalam pendidikan. Hal ini terbukti dengan kesuksesan Beliau dalam mendidik sahabat-sahabatnya.

Maka tentunya kita dapat meneladani metode pengajaran Beliau dalam mengajar anak didik kita, sehingga mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif, menyenangkan dan bermakna. Sebagaimana dalam kata hikmah disebutkan “At-thariiqatu ahammu minal maddah” yang artinya kurang lebih bahwa “metode lebih penting daripada materi ajar”. Dengan pemilihan dan penerapan metode mengajar yang baik dan tepat maka akan mampu menumbuhkan semangat belajar siswa yang tentunya muaranya nanti adalah mampu mencetak siswa yang berprestasi.

Sesungguhnya sudah banyak para ahli yang telah menuliskan berbagai metode mengajar cara Nabi SAW., namun disini penulis akan mencoba mengupas dua metode mengajar Nabi SAW., yang tentunya masih sangat relevan dan terus relevan diterapkan jaman now dan jika diaplikasikan dengan sebenar-benarnya, maka pasti akan menghasilkan keshalihan dan prestasi siswa yang amazing.

Adapun metode mengajar Nabi Muhammad SAW. tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Diskusi

Metode diskusi adalah cara penguasaan bahan pelajaran melalui wahana tukar pendapat dan informasi berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh untuk memecahkan suatu masalah atau memperjelas suatu pelajaran. Melalui metode diskusi terdapat 5 kemampuan yang dapat dikembangkan yaitu:

  1. bagaimana berkomunikasi (how to communicate)
  2. bagaimana berpikir (how to think)
  3. bagaimana menafsirkan (how to interpret)
  4. bagaimana berargumentasi (how to argument)
  5. bagaimana menyimpulkan (how to concluse)

Metode ini juga melatih kemampuan berinteraksi dan kepemimpinan (leadership). Seperti melalui diskusi kelompok akan terlihat dinamika permasalahan menjadi luas dan berkembang sehingga semakin menarik untuk dipahami. Metode diskusi diaplikasikan dalam proses belajar mengajar untuk:

  1. mendorong siswa berpikir kritis
  2. mendorong siswa mengekspresikan pendapatnya secara bebas
  3. mendorong siswa menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama
  4. mengambil satu alternatif jawaban atau beberapa alternatif jawaban untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang seksama

Menggunakan metode yang logis dalam memberikan jawaban merupakan cara yang baik. Karena cara itu dapat membuat ilmu yang disampaikan bisa masuk ke dalam hati dan pikiran pendengarnya, sebagaimana yang diharapkan. Bahkan memperhatikan penggunaan kata yang sederhana dalam berdiskusi akan membuat murid dapat berperan aktif dalam berbicara sehingga terjadi interaksi yang dinamis.

Rasulullah SAW. menjawab suatu masalah yang dipertanyakan murid dengan selalu berdiskusi, sebelum memberikan jawaban, sehingga terjadi proses komunikasi, berfikir, berargument, dan menyimpulkan masalah.

Perhatikan metode mengajar Nabi SAW. berikut:

Dalam kasus seorang pria Arab Badui yang mempertanyakan perihal anaknya yang terlahir dengan warna kulit hitam.

Nabi SAW. membuat contoh sederhana yang mudah dipahami akal pria tersebut, yaitu sebuah unta. Sebagaimana diriwayatkan Bukhari, bahwasannya Abu Hurairah mengatakan seorang pria datang menemui Rasulullah dan berkata :

“Wahai Rasulullah, anakku lahir dengan kulit berwarna hitam”.

Beliau balik bertanya : “Apakah kamu memiliki unta?”

Ia menjawab : “iya”

Beliau bertanya : “apa warnanya?”

Ia menjawab : “merah,”

Beliau bertanya lagi : ”apakah ada warna abu-abu pada tubuhnya?”

Ia menjawab : “iya”

Beliau kembali bertanya : “mengapa bisa begitu?”

Ia menjawab : “warna itu pasti dari ras lainya”

Beliau berkata : “sepertinya anakmu ini mengambil ras lain (seperti unta)”

Begitulah cara Rasulullah mengajak murid berdiskusi, sehingga dengan metode ini, masalah yang dipertanyakan menjadi kuat melekat dipikiran murid, karena jawaban yang diperoleh murid adalah hasil berpikir dan berargumen dengan guru.

Sebagaimana pula pengalaman penulis beberapa hari lalu. Saat itu penulis membelajarkan materi ”Keseimbangan Ekosistem” di kelas 5 SD Plus Rahmat Kediri, penulis mencoba mengawali dengan memutarkan video bencana alam yang terjadi di daerah Pacitan. Dari situ siswa sudah mulai antusias memperhatikan, dan setelah tayangan video berakhir, penulis mencoba mengajak berdiskusi panjang terkait mulai dari sikap kita sebaiknya sebagai sesama muslim, apa-apa penyebab bencana tersebut, akibatnya bagi warga dan lingkungan, cara mengatasi hingga cara mencegahnya. Dalam kegiatan diskusi tersebut, penulis lebih banyak berperan sebagai fasilitator, murid-murid secara mandiri berlatih mengamati, berfikir, menganalisa, menyimpulkan, berani berpendapat dan menyampaikan gagasannya.

Untuk dapat menerapkan metode diskusi ini dengan tepat, maka seorang guru jaman now harus ingat bahwa tugas seorang guru tidak hanya to teach (mengajar) tetapi juga to guide (membimbing), jadi “jangan langsung menjawab setiap pertanyaan murid, tetapi jawablah dengan melibatkannya untuk berfikir, sehingga ia mampu secara mandiri menemukan jawabannya. Dengan demikian maka pembelajaran akan menjadi bermakna, murid mudah paham dan akan melekat baik di memorinya”.

  1. Bercerita

Dalam dunia pendidikan, banyak sekali metode mengajar yang ditawarkan oleh banyak ahli sebagaimana banyak kita jumpai dalam buku-buku pendidikan yang kesemuanya lebih merupakan usaha untuk mempermudah atau mencari jalan paling sesuai dengan perkembangan murid dalam menerima pelajaran. Namun, dalam Al-Qur’an menempuh jalan bahwa manusia dapat dididik melalui pendekatan jasmani, jiwa dan akal pikiran. Karena itu Al-Qur’an menawarkan berbagai pendekatan dan metode dalam menyampaikan materi pendidikan, seperti : cerita atau kisah, teladan, nasihat, hukuman dan ganjaran.

Metode bercerita mengandung arti suatu cara dalam menyampaikan materi pelajaran dengan menuturkan secara kronologis tentang bagaimana terjadinya sesuatu hal baik yang sebenarnya terjadi atau hanya rekaan saja. Metode bercerita merupakan salah satu metode terpopuler dan terbaik, sebab dengan bercerita mampu menyentuh jiwa jika didasarkan oleh ketulusan hati yang mendalam.

Bercerita atau story telling sebagai suatu metode pendidikan ternyata memiliki daya tarik yang menyentuh perasaan. Islam menyadari sifat alamiah manusia menyenangi cerita dan menyadari pengaruhnya yang besar terhadap perasaan. Bercerita memiliki pengaruh yang menakjubkan untuk dapat menarik perhatian murid dan membuat mereka bisa mengingat kejadian-kejadian dalam sebuah kisah dengan cepat. Dalam bercerita, tidak hanya semata-mata sebagai hiburan saja, akan tetapi harus diambil pelajaran, nasihatnya, dan hikmah yang ada di dalamnya. Cerita dan pembawaan yang menarik mampu memberikan pengaruh yang besar bagi pikiran dan emosional murid, terlebih jika cerita tersebut real terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh Karena itu islam menggunakan metode bercerita untuk dijadikan salah satu metode pengajaran. Bahkan bercerita sangat penting digunakan dalam pendidikan, karena dapat mempengaruhi pendengar untuk bersikap, berpendirian atau bahkan berperilaku sebagaimana yang dikehendaki sebuah cerita. Dengan demikian bercerita dapat membentuk keimanan, moral, spiritual dan sosial bagi seorang murid sebagai akhir dari tujuan pendidikan islam.

Cerita dalam Al-Qur’an mengandung banyak pelajaran dan hikmah sangat penting untuk pembentukan sikap atau perilaku yang diajarkan dalam islam. Sehingga apabila penerapan metode ini dengan benar maka akan sangat efektif untuk menarik perhatian anak dan merangsang otaknya agar bekerja dengan baik. Dengan mendengar cerita, anak akan merasa senang sekaligus menyerap nilai-nilai pendidikan tanpa merasa dijejali. Sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW. sejak dulu, beliau sering kali bercerita tentang kisah kaum-kaum terdahulu agar dapat diambil hikmah dan pelajarannya.

Sebagai seorang pendidik jaman now, kita harus mampu untuk dapat bercerita dengan baik, untuk itu maka perlu diperhatikan hal-hal berikut:

  1. Kuasai isi cerita dan pesan yang terkandung di dalamnya
  2. Pegang rahasia cerita terutama di awal cerita
  3. Gunakan pemilihan bahasa yang baik dan menarik
  4. Gunakan dialog antar tokoh dalam sebuah cerita
  5. Berperanlah dengan menggunakan bahasa tubuh
  6. Jangan memotong cerita
  7. Hubungkan cerita dengan kehidupan real sehari-hari

Semoga kita bisa menjadi lebih kreatif untuk dapat mengemas materi pembelajaran dalam sebuah cerita yang menarik, sehingga pembelajaran akan semakin menarik minat anak didik kita.

Sebagai pengingat perhatikan hal berikut :

  • Jiwa menyukai cerita, karena cerita berisi hikmah dan hikmah adalah pelajaran, jadi cepat masuk ke jiwa manusia
  • Ingatan murid jadi kuat, bila pelajaran disampaikan dengan cerita-cerita, karena menarik perhatian murid.
  • Anak kecil sering diberikan cerita, hingga dewasa dia tetap ingat pengalaman ibu bercerita
  • Apapun pelajarannya, sebisa mungkin buatlah menjadi sebuah cerita yang menarik.

Bahkan dalam pelajaran matematika pun ada yang dinamakan soal cerita, betulkan…??

Demikian tadi sedikit uraian tentang dua metode mengajar ala Nabi Muhammad SAW. yang dapat kita teladani untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas.  Dan tentunya tidak mustahil jika nantinya apa yang dicapai Rasulullah dalam dakwahnya, juga dapat kita peroleh dalam pembelajaran yang kita lakukan, semoga… Aamiin…

Semoga bermanfaat…

Referensi : Buku “Muhammad SAW The Super Teacher”

Tinggalkan Balasan

four × three =