Rabu pagi ditengah proses pembelajaran, ada tamu tak diundang dengan tergopoh-gopohnya. “Nyuwunsewu Ustad bisakah saya dibantu?” beliau memulai pembicaraan. Langsung saya jawab “Bisa Us” (bayangan saya terkait Buku KKCR, xixixiiii…). Lanjutnya, “Ini saya ada info lomba Pemilihan Pustakawan Berprestasi Jawa Timur dari grup profesi, tapi tinggal seminggu aja persiapannya”. “okey, ikut aja Us”, ku respon cepat, denger lomba mesti langsung werrrr.

Lha tapi Ustd, ada banyak berkas yang harus disiapkan, bikin Karya Tulis pula” jawab beliau dengan pesimis. “Udah gampang Us, nanti saya bantu karya tulisnya, trus untuk dokumen coba matur Ustd Yuni untuk bentuk tim kecil agar membantu). Okey Us, beneran dibantu yah, makasih”.

Malam harinya, saya coba bikin template best practice untuk dicoba diteruskan Beliaunya. Selang sehari saja, beliau sudah kirim ulang template best practice dengan sudah terisi, wow… keren banget tulisannya, judulnya pun dibikin lebih nendang, yaitu “Melangitkan Budaya Membaca dengan Giat Literasi Rahmat Membaca dan Rahmat Menulis”. Meskipun terdapat hal-hal prinsip yang terlewat, dengan sedikit proses editing, al hasil jadilah best practice ini.

Satu syarat pengajuan udah fix aman. Nah, sekarang yang paling sulit adalah penyusunan dokumen portofolio, karena cukup banyak dokumen yang harus disiapkan. Dengan kegigihan Beliau dengan dibantu partner (Ustadah Farida dan tim), akhirnya jadilah dokumen tersebut. Alhamdulillah.

H-2 mulai deh bingung lagi, bagaimana menyajikan tulisan best practice ini menjadi presentasi yang menyilaukan, karena session ini mempunyai point penilaian yang cukup tinggi. Nah, kebetulan saya ada beberapa template ppt best practice yang cukup menarik, InsyaAllah dengan sisa waktu yang ada bisa membantu.   

Hari H pun menyapa, tanggal 22 Mei 2019 lomba diadakan di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur. Peserta lomba terbuka untuk umum, jadi semua Pustakawan dari SD, SMP, SMA, Universitas, dan Perpustakaan Daerah baik negeri maupun swasta boleh ikut, sehingga jika melihat ini peluangnya sangat kecil sekali. Apalagi, infonya ada peserta yang tahun kemarin sudah dapat juara 2, juga ada mantan juara 3 pustakawan terbaik versi Kopertis. Namun, dengan penuh keyakinan dan kePeDean Beliau, Ustdah Esty tak sedikitpun keder melihat rivalnya. 

Foto : Ustdah Esty bersama Bapak Melkion Koten, Juri dari Perpusprov.

Dengan cukup santai Beliau mengikuti serangkaian tes, meliputi : tes tulis yang terdiri dari 50 soal tentang kepustakawanan, UUD, organisasi dan pengetahuan sejarah, kemudian dilanjutkan dengan presentasi dan tanya jawab dihadapan 3 juri yang “menyeramkan”, hiiii.

Selain tentang karya tulis best practice, prestasi unggulan pustakawan juga diperhatikan. Disitu Beliau mengkisahkan keterlibatan dalam olimpiade ROMO hingga penerbitan buku KKCR. Kemudian, Beliau juga memaparkan 2 buku karyanya yang diterbitkan bersama oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri. Selain itu juga keaktifan dalam menulis di majalah internal sekolah “Majalah Rahmatan Lil Alamin”, dan menulis di website sekolah www.sdplusrahmat.sch.id, serta menulis distory WA, heheheeee….

Alhamdulillah, setelah semua proses seleksi dilalui dengan baik. Akhirnya dapat kabar bahwa Beliau, Ustadah Esty mampu melibas pesaingnya dari berbagai Universitas dan sekolah lainnya dengan meraih Juara Harapan III (satu-satunya dari Unsur Pustakawan SD). Adapun rincian juaranya adalah sebagai berikut:

Hasil Penilaian Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Jawa Timur 2019

Juara 1 : Perpustakaan Unair Surabaya

Juara 2 : Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Probolinggo

Juara 3 : Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Juara Harapan 1 : Perpustakaan Universitas Jember

Juara Harapan 2 : Perpustakaan STIE Perbanas Surabaya

Juara Harapan 3 : Perpustakaan SD Plus Rahmat Kota Kediri

Alhamdulillah, BarakallahUstdah Esty Librarian Rahmat yang luar biasa. Terus berkarya, berprestasi, dan menginspirasi. (BJ).

Tinggalkan Balasan

four + 16 =