Ketika kata keputrian diunggah, bayangan yang terbersit di kelopak mata kita diwarnai senyum tulus merona, suara lembut menggoda, dan keramahtamahan yang merupakan serpihan kehidupan para putri. Hebatnya, dalam siklus hidupnya, perempuan atau anak putri mengalami hal yang berbeda dibanding laki-laki. Semua perempuan yang menginjak akil baligh akan mengalami siklus menstruasi pada setiap bulannya. Dalam ilmu Fiqih dinamakan haid. Pada waktu haid itulah perempuan mendapatkan rukhsah (keringanan). Rukhsah perempuan haid adalah dilarang melaksanakan salat. Baik Fardhu maupun sunnah.

Bagi anak putri (4,5,6) yang mengalami haid pada hari Jum’at, maka mereka tak bisa mengikuti salat Jum’at. Ada sekitar 13 anak yang pada hari Jum’at ini (14 September 2018) . Ketika teman-teman mereka yang tak ada udzur, salat di masjid, maka 13 anak putri ini mengikuti Keputrian. Pemateri pada pekan ini adalah : Ustadzah Dewi. Tema yang diangkat yaitu : Haid di bulan puasa serta tata cara mandi besar.

Kegiatan Keputrian dari Imtaq ini, dimunculkan kembali pada tahun pelajaran 2018/2019.  Hal tersebut dilakukan karena anak – anak perempuan yang udzur syar’i merindukan ta’lim dan kajian fiqh yang lebih terprogram. Ustadzah Fidyan Fauziah, S.Pd  adalah penanggung jawab program ini. “Anak-anak perempuan memang selayaknya dibentengi ilmu agama yang kuat”. “Karena, ilmu agama ibarat vaksin jiwa yang berpengaruh terhadap sifat dan karakter sehari-hari.’ “Secara umum, kebanyakan perempuan memiliki sifat menyerah dan berkorban.” “Sifat tersebut  bisa baik dan positif asalkan diimbangi ilmu agama .” “ Karena perempuan juga mempunyai hak untuk mempertahankan apa yang telah mereka raih.” Sehingga anak perempuan harus dibekali pengetahuan yang cukup agar tidak salah arah,” begitu tutur Ustadzah Fidyan. Diantara materi Keputrian SD Plus Rahmat di setiap Jum’at adalah sebagai berikut :

  1. Mengokohkan keyakinan (aqidah)
  2. Menanamkan konsekuensi beriman pada Al Qur’an
  3. Hal-hal yang wajib atau sunah yang harus dibiasakan
  4. Perbekalan Tsaqofah Islam
  5. Mengajarkan dan membiasakan adab-adab (akhlak islami) terhadap orang tua
  6. Membentengi diri dari pengaruh tayangan
  7. Adab pergaulan dengan lawan jenis, mulai di biasakan terpisah antara laki-laki dan perempuan.
  8. Pengetahuan menjelang baligh serta tanda-tanda baligh (menstruasi dan mimpi)
  9. Keterampilan hidup muslimah
  10. Berfikir untuk membaca persoalan umat
  11. Pemanfaatan teknologi bagi muslimah
  12. Melatih keberanian para muslimah, dan masih banyak lagi.

Saya percaya, kegiatan keputrian ini akan semakin menarik ketika di lain waktu, anak-anak putri SD Plus Rahmat ini bisa mengkisahkannya kembali kepada sahabat dan teman mereka yang sedang bersekolah di tempat lain. RUHANA MAYASARI, S.Ag – Korbid IMTAQ SD Plus Rahmat Kediri

 

 

Tinggalkan Balasan

4 × 2 =