Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada seseorang laki-laki yang melewati ranting berduri berada di tengah jalan. Ia mengatakan, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya.’ Maka Allah pun memasukkannya ke dalam surga.” (HR. Muslim)

Kepedulian sedikit saja, oleh Allah diberikan hadiah syurga. Allahu Akbar.. Begitu Allah memberikan motivasi kepada kita semua melalui sabda Rosulullah SAW.  Semoga kepedulian “Rahmat Peduli NTB” ini memiliki balasan yang sama terhadap semua yang telah mengikhlaskan sebagian rizky nya. Aamiin..

Masih terngiang oleh kita, ketika gempa beruntun meluluhlantakkan NTB dan sekitarnya pada Ahad (5 Agustus 2018). Lalu, Selasa ( 7 Agustus 2018) SD Plus Rahmat melakukan sholat ghaib dan penggalangan dana spontanitas (baca : https://sdplusrahmat.sch.id/rahmat-peduli-ntb/ red). Penggalangan dana terus berlanjut selama sepekan oleh seluruh keluarga besar Yayasan Taman Pendidikan Rahmat Kota Kediri, Play Group, TK, SD, dan SMP Plus Rahmat di bawah satu wadah Rahmat Peduli NTB. Penggalangan dana secara langsung juga dilaksanakan saat even Gelora Merah putih yang dilaksanakan SD Plus Rahmat Kediri pada Sabtu, 11 Agustus 2018.

HUMAS Sekolah, Play Group, TK, SD dan SMP Plus Rahmat, Ustadz Johan Baskoro yang mengkoordinir kegiatan ini mengatakan bahwa dana yang terkumpul alhamdulillah cukup banyak. “Total hingga tanggal 15 Agustus 2018 mencapai Rp. 47.619.500, – dan terus akan kami akumulasikan jika ada tambahan“ jelas Ustadz Johan. Uang yang terkumpul merupakan total sumbangan dari Play Group, TK, SD dan SMP Plus Rahmat Kediri.

Bantuan tiba di NTB sore hari, pada Jumat, 17 Agustus 2018

“Kami juga membelanjakan uang sesuai kebutuhan di lokasi Bencana” kata Ustadzah Sri Wahyuni, Kepala SD Plus Rahmat menegaskan. Bantuan yang dibelanjakan berupa mukena anak dan dewasa, tikar, sajadah, lampu emergency, senter, selimut, sarung, terpal, obat-obatan, beras, air mineral dan bahan makanan lainnya, perlengkapan mandi, perlengkapan bayi, alat-alat tulis, dan lain sebagainya. Alhamdulillah, Kamis (16 Agustus 2018) bantuan siap diberangkatkan. Sehari setelah itu, bantuan sampai di lokasi bencana Jumat, 17 Agustus 2018 tepatnya sore hari.

Droping bantuan ke salah satu lokasi gempa

Informasi yang kami terima secara langsung dari relawan, hingga saat ini NTB dan Lombok masih terus mengalami gempa. Gempa tersebut tidak hanya gempa kecil ratusan kali, tetapi juga gempa besar hingga lebih dari 4 kali. Mereka masih sangat berduka hingga sekarang. Para relawan yang sekarang berada di NTB untuk melakukan pendistribusian bantuan juga harus terus waspada. Ketika gempa terjadi, mereka semua panik dan berhamburan keluar mencari tempat yang aman. Suatu ketika, ada bantuan yang di dalamnya berisi al-Quran. Maka para warga yang mengungsi langsung berebut dan berkata “Inilah yang kami butuhkan” ujar seorang relawan Rahmat Peduli NTB yang tidak mau disebutkan namanya.

Bantuan kepada warga Dusun Gubuk Baru, Desa Santong, Kecamatan Kahyangan, Kabupaten Lombok Utara

Sangat terharu mendengar cerita salah satu relawan Rahmat Peduli NTB yang lain. Seorang hamba Allah ini mengatakan bahwa di sepanjang perjalanan dari Lereng Rinjani, Pesisir Pantai Senggigi dan Gili Trawangan hingga Mataram, banyak rumah warga, puskesmas, masjid, sekolah, kantor2 pemerintah dan pertokoan, maupun cotagge yang runtuh. Mereka juga melihat tebing longsor, pengungsi dan hewan ternak berada di lereng2 bukit karena khawatir terjadi tsunami. Bisa dibayangkan, pemandangan tersebut sangat memprihatinkan.

Salah satu lokasi bencana

Tepatnya, Ahad (19 Agustus 2018) sebagian relawan memutuskan untuk pulang. Melalui pesan whatsapp, salah satu relawan sempat menyampaikan permohonan maaf  “Mohon maaf, pasca gempa yang kami alami kemaren siang sekitar 6 SR (Skala Richter, red), kami memutuskan segera pulang ke Jawa via Bandara Praya Lombok. Kami dapat tiket pesawat pukul 18.30 WIB. Namun, saat sholat ashar di masjid Bandara Lombok, sebagian dinding kamar mandi masjid sudah retak-retak” cerita hamba Allah yang telah membantu pendistribusian bantuan ke NTB secara langsung. Namun, sebagian relawan masih banyak yang tinggal di sana untuk memantau keadaan di NTB dan sekitarnya.

Salah satu lokasi tenda pengungsian

Subhanallah.. Barokallah atas semua bantuan para relawan. Cerita ini menjadi sebuah pengalaman dan pelajaran besar untuk kami semua. Allah sedang  dan selalu mengawasi hamba-Nya. Marilah terus ber-husnudzan (berprasangka baik) terhadap Allah, agar mendapat kasih sayang dan rahmat-Nya. Semoga kesedihan ini segera berganti kebahagiaan, untuk saudara-saudaraku di NTB. (LUCI APRILIASARI, S.TP –HUMAS SD Plus Rahmat Kediri)

 

Tinggalkan Balasan

fifteen − ten =