Bunga Kemboja

Kamboja atau frangipani adalah kelompok tumbuhan dalam keluarga plumeria. Tanaman khas daerah tropis ini harus mendapatkan banyak cahaya matahari secara langsung. Pohon kamboja minimal harus terpapar matahari enam jam setiap hari. Iklim dan cuaca di Indonesia sangat cocok untuk pertumbuhan pohon kamboja. Pohon kamboja sendiri dapat diperbanyak dengan mudah dengan metode stek batang.

Bentuknya berupa pohon kecil dengan daun jarang namun tebal. Bunganya yang harumnya sangat khas, dengan mahkota berwarna putih hingga merah keunguan, biasanya lima helai. Bunga dengan empat atau enam helai mahkota bunga oleh masyarakat tertentu dianggap memiliki kekuatan gaib. Jenis akarnya serabut dan tekstur bunganya tidak terlalu kasar dan tidak terlalu halus.

Tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah. Nama Plumeria diberikan untuk menghormati Charles Plumier (1646-1706), pakar botani asal Prancis. Walaupun berasal dari tempat yang jauh, kemboja sekarang merupakan pohon yang sangat populer di Pulau Bali karena ditanam di hampir setiap pura serta sudut kampung, dan memiliki fungsi penting dalam kebudayaan setempat. Di beberapa tempat di Nusantara, termasuk Malaya, kemboja ditanam di pekuburan sebagai tumbuhan peneduh dan penanda tempat. Kemboja dapat diperbanyak dengan mudah, melalui stek batang.

Plumeria saat ini populer digunakan sebagai tanaman hias outdoor awalnya tanaman ini hanya digunakan sebagai tanaman kuburan.

Kegunaaan

Obat

Bunga kamboja mempunyai sejumlah senyawa yang berkhasiat sebagai obat, yakni triterprenoid amirin, lupeol, dan fulvoplumierin. Zat-zat tersebut bersifat antipiretik (menurunkan demam), antiinflarnatif (mengatasi radang), dan analgesik (meredakan rasa sakit). Karena kandungan-kandungan inilah, bunga kamboja berguna untuk mengurangi nyeri haid dan mencegah pingsan akibat udara panas atau terkena sinar matahari (heat stroke).

Selain itu, bunga kamboja juga banyak mempunyai khasiat yang lain, yakni sebagai obat luar maupun dalam. Sebagai obat luar, getah kamboja dapat digunakan untuk, misalnya, mengobati gigi berlubang. Caranya adalah dengan melumaskan getah kamboja pada kapas yang kemudian digunakan untuk menutupi gigi yang berlubang. Namun hal ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar getah kamboja tersebut jangan sampai mengenai gigi yang sehat. Sebagai obat dalam, bunga kamboja dapat digunakan untuk mengobati orang yang terkena penyakit disentri. Caranya adalah dengan memasukkan 12-24 gram bunga kamboja kering ke dalam wadah berisi air 400cc, lalu merebusnya dan menyisakan airnya sampai 200 cc.

Makanan

Bunga kamboja juga dapat digunakan untuk membuat berbagai macam makanan ringan, misalnya, untuk membuat tempura bunga.[5] Caranya mudah, yaitu hanya dengan melumuri bunga kamboja segar dengan adonan bumbu berupa bawang putihmericagaram dicampur dengan tepung terigu serta baking powder dan menggorengnya hingga garing seperti kerupuk. Hal ini merupakan kreasi lain dalam penggunaan bunga kamboja yang selama ini hanya dikenal sebagi bunga penghias kebun.

Mitos Bunga Kamboja

Pohon di Pemakaman

Di Indonesia, pohon kamboja banyak dijumpai di pemakaman. Uniknya, pohon kamboja akan merontokkan bunganya sebelum layu dalam kondisi masih menyimpan wangi yang baik.

Keadaan ini membuat pemakaman dapat bertabur bunga secara berkala dan tetap wangi oleh bunga kamboja, meski tidak ada orang yang datang untuk menaburkannya.

Karakteristik pohon kamboja sangat membutuhkan pemupukan intens dan kuat untuk bisa terus hidup dan berbunga.

Jasad dalam kuburan akan membusuk secara organik dan membuat tanahnya sangat subur untuk pohon kamboja, sehingga pohon ini sangat cocok untuk karakteristik tanah makam atau kuburan.

Selain itu, karakteristik daun yang tumbuh bergerombol bisa dimanfaatkan sebagai peneduh bagi pengunjung yang datang.

Oleh sebab itu, banyak yang mengaitkan bunga kamboja dengan hal-hal mistis.

Apa saja hal mistis dan mitos mengenai bunga yang satu ini?

Mitos Bunga Kamboja tentang Jelmaan Gadis

Menurut cerita masyarakat dahulu, bunga kamboja merupakan jelmaan seorang gadis. Gadis tersebut merasa sedih karena kehilangan kekasihnya, sehingga ia memutuskan menunggu dan menemani kekasihnya yang telah meninggal di pusarannya. Hingga pada suatu hari, gadis tersebut pun meninggal dunia. Kemudian tumbuhlah pohon kamboja di tempat gadis itu meninggal.

Setiap hari, kamboja yang merupakan jelmaan gadis itu menggugurkan bunganya tepat di atas pusara.Karena mitos tersebut, maka bunga ini juga disebut sebagai bunga kesetiaan.

Mitos Bunga Kamboja di Bali: Menjadi Persembahan

Masyarakat Bali sangat menyukai bunga kamboja. Bunga ini ditanam di sudut-sudut halaman rumah dan di pura. Kamboja digunakan sebagai bunga persembahan bagi para Dewa.

Bunga Kamboja di Cina dan Korea: Dijadikan Teh

Cina dan Korea dikenal sebagai negara yang gemar membuat dan mengomsumsi teh. Di Cina dan Korea bunga kamboja dikeringkan, kemudian digunakan sebagai teh.

Tinggalkan Balasan

four × 4 =