Senandung shalawat nan syahdu menggema seisi masjid. Dengan yakin, Kak Acun menggerakkan dua tangannya. Disatukan dalam kondisi terbuka. Fokus pada jari jemarinya.

Semua peserta mengikuti dengan seksama. Menirukan menggerakkan jarinya. Jari kelingking, telunjuk, ke dua jari manis, jari tengan dan ibu jari. Memulai dengan konsentrasi.

“Bapak ibu masih galau ya.. “ komentar Kak Acun ketika Bapak ibu terlihat kesulitan. Bukan tanpa maksud. Sebelum materi tersampaikan, peserta harus fokus terlebih dahulu.

Seminar parenting berlangsung Sabtu, 2 Desember 2017 dengan pemateri Muhammad Syamsun, S.T. yang akrab dipanggil Kak Acun. Kegiatan ini bekerjasama dengan SYGMA, dan berada di bawah koordinasi psikolog SD Plus Rahmat, Wahyu Ratna Leila, S.Psi.

Acara berlangsung sekitar 2 jam di Masjid Rahmat Kediri. Meskipun seminar berlangsung di saat para siswa sedang melaksanakan Penilaian Akhir Semester (PAS), namun acara berjalan sangat lancar.

Peserta adalah seluruh orang tua/wali murid dari siswa-siswi jenjang kelas 1, 2 dan 3 yang berjumlah sekitar 450 siswa. Acara selesai bersamaan dengan selesainya KBM. Hal ini justru menumbuhkan momen kebersamaan yang indah. Selain itu, acara parenting ini juga dihadiri oleh Ketua Yayasan Taman Pendidikan Rahmat, perwakilan pengurus yayasan, kepala Play Group, TK dan SMP Plus Rahmat, juga beberapa ustadz-ustadzah Play Group, TK dan SD Plus Rahmat.

Kak Acun menyampaikan betapa penting mencetak generasi berakhlak mulia seperti Rosulullah. Mengingat dasyatnya bahaya mengintai dimanapun dan kapanpun. Mulai dari game on line, lingkungan sekitar, pengaruh hp dan gadget. Namun kesemuanya itu kembali pada pola pengasuhan yang baik dari orang tua.

Karena pada dasarnya “children see, children do”. Orang tua harus menjadi teladan yang baik, hindari ketergantungan dengan hp dan gadget yang akan menjauhkan kebersamaan keluarga dan memberikan bahaya radiasi yang mengancam. “Orang tua dan guru harus membiasakan pendidikan secara lembut, tidak mudah marah seperti karakter Rosulullah, dan menghadirkan Rosulullah di dalam keluarga sejak dini.“ jelas Kak Acun.

Peserta sangat antusias. Bahkan banyak yang meneteskan air mata saat merefleksi apa yang telah dilakukan kepada sang buah hati setiap harinya. Banyak sekali kesalahan dalam pola pengasuhan anak yang mengakibatkan kondisi yang fatal. Kak Acun juga mengajak seluruh peserta berdoa bersama-sama, saling menguatkan dan senantiasa berjuang agar selalu membuat anak-anak menjadi bahagia.

Ustadzah Luci Apriliasari, S.TP selaku HUMAS SD Plus Rahmat Kediri, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antara sekolah dan wali murid. “Kepedulian orang tua/wali murid untuk hadir dalam seminar parenting seperti ini, akan membuat sinergi yang baik dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak, agar terus seiring”.

Ditemui setelah seminar parenting di kantor SD Plus Rahmat, Kak Acun mengungkapkan bahagia bisa terus memotivasi para orang tua. “Saya bahagia dan bersyukur, merasa tidak sendiri, karena ada ustadz/ustadzah di sini, di SD Plus Rahmat yang berjuang bersama-sama untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia”. Subhanallah.. Semangat bersama karena Allah. Semangat mencetak generasi berakhlak Rosulullah. Aamiin..

*****

Penulis : Wahyu Ratna Leila, S.Psi (Psikolog SD Plus Rahmat) / Luci Apriliasari, S.TP (HUMAS SD Plus Rahmat Kota Kediri)

Foto : Muhammad Khusnul Khulq, S.Kom

Tinggalkan Balasan

10 + thirteen =