HARAPAN Muhammad Daffa dalam “International Mathematics Wizard Challenge (IMWiC) di Xiamen, Cina hanya perunggu. Realistis. Ada dua soal yang tak bisa dikerjakan, meski lima belas soal sudah diselesaikan dengan penuh keyakinan.

Ketika namanya tak disebut dalam pengumuman peraih perunggu, siswa kelas 5 SD Plus Rahmat Kota Kediri ini mulai terisak. Daffa sempat kehilangan harapan. Dia ingin mendapatkan medali, setelah belajar keras. Ternyata, hasil yang diperoleh melampaui harapannya.

”Saya tidak menyangka bisa mendapatkan perak. Padahal, saya hanya ingin perunggu ustadzah. Alhamdulillah …, “ kata anak yang lahir di Kota Surabaya, 18 November 2005 ini dengan bahagia.

Sebuah prestasi yang luar biasa. Apalagi, IMWiC yang digelar di Xiamen, Cina pada tanggal 20 – 23 Mei 2017 ini diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai negara.

Sikap gigih dan pantang menyerah pada diri Daffa patut menjadi teladan bagi rekan-rekannya. Putra pasangan Bapak Haydar S.Sos dan Ibunda dr. Hanifah, Sp. An KIC ini sangat antusias mengerjakan setiap detail soal Matematika yang sangat digemarinya.

Orang tua menjadi faktor utama yang mendorong Daffa untuk maju. Seringkali, ketika Daffa merasa jenuh dengan angka-angka, Ibunda  memberikan semangat. “Kalau dia pas bosan, selalu saya ingatkan, “Salam Matematika” untuk memberikan motivasi dan mengingatkan dia, kalau dia suka Matematika,” kata Ibu Hanifah.

Banyak lomba matematika yang diikuti. Tak semuanya berhasil. Namun, Daffa tak pernah lelah untuk mencoba. Siswa kelas 5 SD Plus Rahmat ini pernah juara 1 Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika tingkat Kota Kediri. Tidak hanya itu, Daffa juga mengikuti ajang perlombaan IMSO, KMNR, SASMO, GMT dan Kanggoro di tahun pelajaran 2016/2017 ini.

Atmosfer sekolah juga mendukung. Di SD Plus Rahmat Kota Kediri, anak-anak dengan kemampuan khusus diberikan wadah tersendiri. Mereka memperoleh binaan tersendiri oleh Tim Lomba yang di koordinatori oleh Marjono, S.Pd dalam Klub MIPA (Klub Matematika IPA).

Klub MIPA memberikan sistem pembinaan yang kontinyu dan terarah. Mulai dari sarapan pagi (disambut dengan soal matematika). Selanjutnya ada tatap muka dalam dua kali seminggu yaitu tiap Hari Jumat dan Sabtu.

Selain itu, ustadz/h juga memantau secara on line, lewat pembinaan on line. Pembinaan seperti ini dilakukan tiap Hari Rabu dan Minggu. Sistemnya, soal dikirim lewat WA orang tua, kemudian anak mengerjakan dengen pantauan orang tua. Jawaban dikirim kembali. Ustadz/h mengoreksi dan memberikan umpan balik, hingga anak selesai dan jawaban terjawab.  Biasanya ustadz/h memberikan emotion”  jempol jika materi telah tuntas dan tepat.

Selamat mas Daffa. Semoga kesuksesan ini menjadi gerbang menuju ke prestasi selanjutnya, dan semoga prestasi Mas Daffa dapat menginspirasi teman-teman yang lain. (Humas SD Plus Rahmat Kota Kediri)

 

Tinggalkan Balasan

two × 2 =