Nyantri di Rahmat

Peringatan Hari Santri Nasional ke-5 pada tanggal 22 Oktober 2019 ini, merupakan Peringatan Hari Santri Perdana di Rahmat. Sebagai sekolah Islam dengan konsep  Islamic Full Day School,  tentu konsep ini banyak diadopsi dari pesantren. Meskipun SD Plus Rahmat bukan pesantren, tetapi racikan pengetahuan di sini terintegrasi dengan ilmu ke pesantren. Momentum ini mengingatkan kita kembali, bahwa kunci penting dalam mendampingi tumbuh kembang anak didik SD Plus Rahmat adalah peran serta orang tua dan seluruh civitas akademika di sekolah ini.

Bagi anak-anak, sangatlah penting untuk mengetahui peran kyai dan santri jaman dulu dalam menghadang kembalinya Kolonial Belanda ke Indonesia. Resolusi Jihad yang digalang oleh para kyai dan santri berhasil melumpuhkan kolonial Belanda yang mengatasnamakan NICA. Pertempuran sengit pada 27, 28, 29 Oktober 1945 berhasil mengalahkan Jenderal Mallaby bersama 2000 pasukannya. Hal tersebut membuat marah angkatan perang Inggris, hingga berakhir pada peristiwa 10 November 1945 yang merupakan Hari Pahlawan.

Kemerdekaan Indonesia memang tidak lepas dari perjuangan kaum santri dan kaum ulama. Itulah kenapa tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Saat ini, anak-anak kita tidak dihadirkan dengan peperangan. Namun, mereka harus berpacu dan membekali diri mereka dengan beragam ilmu dan ketrampilan untuk mempersiapkan masa depan mereka.

Ustadzah Maya pada apel Rahmater Peringatan Hari Santri Nasional

Suasana sekolah yang menyenangkan adalah modal besar bagi anak guna mengembangkan potensi mereka. Anak-anak selain belajar di ruang kelas, juga wajib terlibat dengan aktivitas di luar kelas. Pelajaran di luar kelas sama pentingnya dengan pelajaran di dalam kelas. Seperti ekskul, outbond, Kunjungan, Mabit, Munaqasyah, Lomba dan lain sebagainya. Karena harapan ustadz-ustadzah disini adalah agar anak-anak tidak hanya bermanfaat bagi umat atau bangsa Indonesia saja tetapi mereka juga siap menjadi bintang-bintang yang menyenangkan Indonesia di level dunia.

Bagi Ayah Bunda yang mendidik anaknya capek Karena ikut pelajaran, ikut kegiatan ini, ikut kegiatan itu maka kami ikut berpesan :

“Bersyukurlah kalau anak anda sedang sibuk.” “Bersyukurlah jika anak anda sudah waktunya habis untuk kegiatan-kegiatan positif.”

“Repotlah wahai ayah ibu, kalau waktu anak anda longgar.” “ Repotlah kalau waktu anak anda senggang.”

Anak-anak pun wajib menguasai bahasa Arab dan bahasa Inggris agar bisa masuk ke gelanggang dunia.

Semoga sukses. Selamat Hari Santri Nasional 2019. ( Ustadzah Maya )

WebSDRahmat

Writer & Blogger

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

AGENDA TERBARU

Tim dukungan pelanggan kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami!